Loading...
05 July 2014

Solusi Masalah TKI di Indonesia



Setelah saya mempertimbangkan dengan seksama hasil debat yang pada tanggal 21-06-2014 menurut saya pribadi cukup bagus tapi kurang memuaskan, yang pada waktu membahas mengenai pahlawan devisa negara so pasti TKI (Tenaga Kerja Indonesia).

Menurut saya pribadi masalah TKI ini sendiri merupakan cerita Clasic yang judul permasalahanya dari tahun ke tahun ya itu-itu saja, dan kasusnya selalu terulang ulang. Apakah ini terjadi karena memang sengaja ada pembiaran dari pemerintah atau mungkin pemerintah kita sendri tutup mata. Dan biasanya pemerintah baru bergerak ketika persoalan itu menjadi topik nasional dan di ketahui publik.

Menurut kedua calon Presiden baik prabowo ataupun Jokowi, bahwasanya persoalan TKI itu karena adanya faktor kemiskinan harta. Ya itu benar tapi tidak menyangkut kemasalah esensi persoalan yang sebenarnya. Persoalan utama TKI itu yang sebenarnya karena faktor “Kemiskinan Ilmu” dan ilmu sendiri bukan hanya sekedar pengetahuan tapi juga berupa keahlian dan ketrampilan. Sesuai dengan janji  Allah “Allah mengangkat derajat orang yang memiliki ilmu ”.

Solusi :

Untuk siapa saja yang  nanti menjadi presiden Negri ini

1. Berilah rakyat pendikdikan yang tinggi dan biaya pendidikan yang murah jika perlu biaya pendidikan gratis. Jenjang pendidikan jangan hanya wajib belajar sembilan tahun (SMP) atau 12 tahun (SMA), tapi juga harus sampai sarjana, kenyataan yang terjadi di lapangan begitu mahalnya biaya pendidikan. Inilah yang menjadi kewajiban pemerintah mencerdaskan generasi bangsa.

2. Berilah  rakyat ketrampilan (soft skill), pengadaan balai-balai pelatihan yang senantisa berkesinambungan dan senantisa continue untuk masyarakat. Jika perlu ketrampilan ini bisa menjadi kurikulum  wajib yang di ajarkan sejak mulai dini TK sampai sarjana (perkuliahan).

3. Ubah mindside (pola pikir), mengubah pola pikir buruh (pegawai) menjadi pola pikir pengusaha. Mencetak pengusaha yang sebanyak banyaknya adalah suatu keharusan. Jadi pelajaran kewirausahaan juga harus di ajarkan sejak sedini mungkin mulai di ajarkan sejak Sekolah Dasar (SD).

4. Setelah mereka menjadi pengusaha, berilah mereka modal kerja, jika perlu pinjaman lunak dari pemerintah  yang tanpa bunga.


5. Membantu penciptaan pangsa pasar, ini juga merupakan hal yang penting karena pasar merupakan pusat transaksi dan bisnis.

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
TOP