Showing posts with label Puisi dan Syair. Show all posts
Showing posts with label Puisi dan Syair. Show all posts

11 August 2014

Munggah Mudhun Gunung Anjlog Samudro


Anut runtut tansah reruntungan
Munggah mudhun gunung anjlog samudra
Gandheng rendhengan jejering rendheng
Reroncening kembang
Kembang temanten

Mantene wus dandan dadi dewa dewi
Dewaning asmara gya mudhun bumi

Ela mendhung, bubar mawur, mlipir-mlipir, gya sumingkir
Mahargya dalan temanten
Dalanpun dewa dewi

Swara trompet, ting celeret, arak-arak, sigra-sigrak,
Datan kendat, anut runtut, gya mudhun bumi

Artinya :

selalu bergandengan tangan seiring sejalan
naik turun gunung sampai kedalam samudera
beringan laksana rangkaian bunga untuk pengantin

sang pengantin telah berdandan laksana dewa – dewi
dewa asmara yang turun ke bumi

lihatlah mendung menyingkir
menuju ke tepi dan segera berlalu
sebab jalan bagi pengantin adalah jalan bagi dewa – dewi

terdengar suara terompet
berarak – arakan dan bergembira
tidak putus- putusnya arakan itu
dan segeralah menuju ke bumi

By : Sujiwo Tejo


20 July 2014

Cinta Yang Agung Karya Terbaik Khalil Gibran



Cinta yang agung
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata :
“AKU TURUT BERBAHAGIA UNTUKMU”.

Apabila cinta itu tidak bisa menyatu
BEBASKAN DIRIMU…...............
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas

INGATLAH….......................
Bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya tetapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati
bersamanya

“ORANG TERKUAT BUKAN MEREKA YANG SELALU
MENANG, MELAINKAN MEREKA YANG TETAP TEGAR KETIKA
MEREKA JATUH”

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana seperti
kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana seperti
isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada.

Oleh Khalil Gibran

07 June 2014

Maka Jangan Pandang Hidupmu Adalah Hidup


Cinta adalah lautan tak bertepi
langit hanyalah serpihan buih belaka.
Ketahuilah langit berputar karena gelombang Cinta
Andai tak ada Cinta, Dunia akan membeku.
Bila bukan karena Cinta,

Semua itu akan menjadi beku dan kaku bagai salju
Tidak dapat terbang serta mencari padang ilalang bagai belalang.
Setiap atom jatuh cinta pada Yang Maha Sempurna
Dan naik ke atas laksana tunas.
Cita-cita mereka yang tak terdengar, sesungguhnya, adalah
lagu pujian Keagungan pada Tuhan.

Jika engkau bukan seorang pencinta,
maka jangan pandang hidupmu adalah hidup
Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan
dihitung Pada Hari Perhitungan nanti
Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta,
akan menjelma menjadi wajah yang memalukan di hadapan-Nya.

(By : Jalalludien Rumi)
-------------------------------------------------------------------
Cinta tak memberikan apa pun
kecuali keseluruhan dirinya
utuh penuh, dia pun tak mengambil apa-apa
kecuali dari dirinya sendiri
Cinta tak memiliki ataupun dimiliki
 Karena cinta telah cukup untuk cinta.

Jangan anggap cinta datang
dari persahabatan yang lama dan hubungan akrab
Cinta adalah anak keturunan kecocokan jiwa
 Dan jika kecocokan itu tidak ada
cinta tak akan pernah tumbuh
dalam hitungan tahun bahkan generasi.

Kau punya banyak kekasih
tapi hanya aku yang mencintaimu
Lelaki lain mencintai diri sendiri
Ketika berdekatan denganmu
aku mencintaimu dalam dirimu sendiri
Lelaki lain melihat kecantikan dalam dirimu
yang akan memudar lebih cepat daripada usia mereka sendiri
Tapi aku melihat dalam dirimu kecantikan yang tak akan memudar
dan pada musim gugur usiamu
kecantikan itu tidak takut menatap dirinya sendiri dalam cermin
dan tak akan dicela. Hanya aku yang mencintai yang tak tampak dalam dirimu.

(By Kahlil Gibran)
--------------------------------------------------------------------
Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi
Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadiratMu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau

Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri
Ketika Kekasih bersamaku
CintaNya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku
Kapan dapat kurenungi keindahanNya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahasiaNya menjadi kiblatku
Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan
Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini
O, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mauMu
Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan Mu
O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dariMu jua birahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah bersatu denganMu
Melabuhkan rindu

(By Rabiah Al-Adawiyah)

------------------------------------------------------------------------

01 June 2014

Kau Senantiasa Menari di Dalam Hatiku

Di dalam cahaya-Mu aku belajar mencintai
Di dalam keindahan-Mu aku belajar menulis puisi
Kau senantiasa menari di dalam hatiku
meski tak seorang pun melihat-Mu
dan terkadang aku pun ikut menari bersama-Mu
Dan “ Penglihatan Agung” inilah yang menjadi inti dari seniku.

(By : Jalalludin Rumi)
----------------------------------------------------------------
Setiap hari ia lewat merengkuh tanganku
memberikan sesal dalam hatiku
kemudian, berlalu.
(By : Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq)
-------------------------------------------------------------------
“Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana”
Kau ini bagaimana
Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kapir


Aku harus bagaimana
Kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
Kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin-plan

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimpung kakiku
Kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin, kau menyontohkan yang lain

Kau ini bagaimana
Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilNya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya
Aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

Aku harus bagaimana
Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggung jawab, kau sendiri terus berucap Wallahu A’lam Bisshowab

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana
Kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis

Aku harus bagaimana
Kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana
Aku bilang terserah kau, kau tidak mau
Aku bilang terserah kita, kau tak suka
Aku bilang terserah aku, kau memakiku

Kau ini bagaimana
Atau aku harus bagaimana

- 1987

( By : KH. Mustafa Bisri )

31 May 2014

Mengapa Dia Menitipkan Padaku?

Sering kali aku berkata
ketika orang memuji milikku
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa mobilku hanya titipan Nya
bahwa rumahku hanya titipan Nya
bahwa hartaku hanya titipan Nya
Tetapi................
mengapa aku tidak pernah bertanya
mengapa Dia menitipkan padaku?
(By WS Rendra)
---------------------------------------------------------------
Apabila cinta memanggilmu
ikutilah dia walau jalannya berliku-liku
Dan, pabila sayapnya merangkummu
pasrahlah serta menyerah
walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu

(By Kahlil Gibran)
--------------------------------------------------------------------
kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat
(By Kahlil Gibran)

Sesuatu Yang Engkau Sendiri Bagai Hilang

Andai cintaku
Di sisimu sesuai dengan apa
Yang kulihat dalam mimpi
Berarti umurku telah terlewati
Tanpa sedikit pun memberi makna

Sulit menjelaskan apa hakikat cinta
Ia kerinduan dari gambaran perasaan
Hanya orang
yang merasakan dan mengetahui
Bagaimana mungkin
Engkau dapat menggambarkan
Sesuatu yang engkau sendiri bagai hilang
dari hadapan-Nya, walau ujudmu
Masih ada karena hatimu gembira yang
Membuat lidahmu kelu

Alangkah sedihnya perasaan dimabuk cinta
Hatinya menggelepar menahan dahaga rindu
Cinta digenggam walau apapun terjadi
Tatkala terputus, ia sambung seperti mula
Lika-liku cinta, terkadang bertemu surga
Menikmati pertemuan indah dan abadi
Tapi tak jarang bertemu neraka
Dalam pertarungan yang tiada berpantai
Ya Tuhan, lenganku telah patah
Aku merasa penderitaan yang hebat atas segala
yang telah menimpaku
Aku akan menghadapi segala penderitaan itu dengan sabar
Namun aku masih bertanya-tanya
Dan mencari-cari jawabannya
Apakah Engkau ridha akan aku
Ya, Ya Allah................................................
Ooo Tuhan, inilah yang selalu mengganggu langit pikiranku


(By Rabiah Al-Adawiyah)