31 May 2014

Keutamaan Surat Fatihah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)

1.  Penawar  racun
Rasulullah bersabda : ”Surat al Fatihah merupakan obat dari keracunan “(HR.Baihaqi)

2.  Menyembuhkan segala macam penyakit.
Rasulullah bersabda: ”Surat Al Fatihah merupakan obat dari segala macam penyakit” (HR.Baihaqi, Daromi)

3.  Menyembuhkan orang yang kerasukan jin.
Dari Abi Sulaiman berkata:”Suatu ketika para sahabat  mendatangi orang yang kesurupan jin,kemudian sebagian dari mereka membacakan surat Al Fatihah di dekat telinga orang yang kesurupan tadi kemudian sembuh.(HR Tsa’labi)

4.  Jika sebelum  tidur baca surat Al Fatihah dan surat Al Ikhlas maka akan aman dari segala mara bahaya yang mengancamnya selama tidur kecuali mati.
Rasulullah bersabda:””Jika kamu telah membaringkan tubuhmu di atas alas tidur kemudian membaca surat Al Fatihah dan surat Al Ikhlas ,maka sungguh engkau akan aman dari segala sesuatu marabahaya kecuali kematian”.(HR Imam Bazzar)

5.   Dapat menunaikan segala hajat.
Dari Atho’ ra berkata:”Apabila kalian mempunyai hajat maka bacalah surat Al Fatihah sampai akhir ayat niscaya hajat kalian akan tertunaikan,insya Alloh.(HR. Abu Syaikh)

Doa Untuk Anda Yang Sedang Terlilit Hutang

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (26) تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ (27

Artinya : Katakanlah wahai Tuhan (kami) yang mempunyai kerajaan, engkau berikan kerajaan kepada orang yang engkau kehendaki, dan engkau cabut kerajaan dari orang yang engkau kehendaki, engkau muliakan orang yang engkau kehendaki, dan engkau hinakan orang yang engkau kehendaki, ditangan engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya engkau maha kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam kedalam siang dan engkau masukkan siang kedalam malam, engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan engkau beri rizki siapa siapa yang engkau kehendaki tanpa hisab  ( Surat Ali-Imran Ayat : 26-27).

1.  Dapat memaqbulkan segala doa.
Nabi SAW bersabda: ”Ismul A’dzom (Nama Allah Yang Agung), yang mana apabila seseorang memohon kepada Allah SWT dengan nama tersebut, niscaya Allah SWT akan mengabulkan permohonannya,yaitu ayat yang terdapat pada surat Ali Imran(قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ ……….sampai akhir ayat)(HR.Thabrani).

2.  Allah Meluaskan rizki kita, sehingga mampu bayar semua hutang
Rasulullah SAW bersabda kepada Mu’adz:”Wahai Muadz! Maukah engkau kuajari suatu doa yang mana seandainya engkau mempunyai tanggungan hutang sebesar gunung uhud, kemudian engkau berdoa’ dengan doa tersebut, niscaya Allah SWT akan membayar hutangmu. Ucapkanlah:" قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ ………sampai………….. بِغَيْرِ حِسَابٍ (Ali Imran ayat:26-27), kemudian ucapkan: ”Wahai Dzat Yang Maha Pemurah di dunia dan di akhirat,Yang Maha Penyayang di dunia dan di akhirat, Engkau berhaq dan berkuasa memberikan keduanya kepada orang-orang yang Engkau kehendaki,dan Engkau juga berhaq dan berkuasa menghalang-halangi dari keduanya pada orang-orang yang Engkau kehendaki,Ya Allah….limpahkanlah kasih sayangMu kepadaku,sehingga aku tidak butuh lagi dengan kasih sayang dari selain Engkau”.(HR.Thabrani, ibnu Abi Dunya). 

Semoga Allah Melindungi Kita Dari Tipu Daya Jin

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ 

Artinya : Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia,yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang orang berilmu  (juga menyatakan demikian) tidak ada Tuhan melainkan Dia yang maha perkasa lagi bijaksana. (Ali-Imran ayat : 19)

1.  Dapat Janji Masuk Syurga.
Nabi SAW bersabda : ”Sesungguhnya orang yang membaca ….. شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ(Ali Imron ayat 18) kemudian setelah itu mengucapkan :(Dan aku juga bersaksi dengan apa yang telah disaksikan Allah  SWT, dan aku titipkan persaksian ini kepada Allah SWT, maka persaksian tersebut adalah titipanku di sisi Allah SWT ) maka orang tersebut  akan didatangkan (untuk menghadap Allah SWT) pada hari kiamat kemudian akan dikatakan kepadanya : ”Hambaku ini telah membuat suatu perjanjian denganku,dan aku adalah Dzat yang paling berhaq di dalam menunaikan janji-janjinya.Maka sekarang masukkanlah hambaku ini ke dalam syurga” (HR. Abu Syaikh)

2.  Untuk Menaklukkan Jin
Dari Hamzah Az-Zayyat ra  Beliau berkata : ”Suatu malam aku keluar rumah untuk melakukan perjalanan menuju kufah, kemudian dalam perjalanan malam itu aku memasuki suatu daerah yang sama sekali tidak berpenghuni. Dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba ada dua jin ifrit telah menghampiriku. Salah satu dari jin itu berkata kepada temannya : Inikah Hamzah bin Habib Az-Zayyat, yang sekarang mengajar Al Qur’an kepada orang-orang yang ada di kufah?” maka temannya menjawab : ”Benar! Dan demi Allah, sekarang aku akan membunuhnya”.Jin yang satunya berkata:”Jangan! Biarkan orang miskin ini hidup.Temannya berkata lagi : ”Tidak! Sungguh aku akan membunuhnya”. Ketika jin itu sudah punya keinginan kuat untuk membunuhku,maka akupun membaca:” شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ”.Kemudian aku berkata : ”Dan aku adalah termasuk golongan orang-orang yang bersaksi atas persaksian tersebut”. Maka berkatalah salah satu jin itu kepada temannya (yang niat membunuhku) : ”Bersiap-siagalah kamu! Sekarang mau tidak mau kamu harus menjaga dia sampai shubuh”(HR. Abu Syaikh).

Mengembalikan Barang yang Hilang

رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Artinya : ”Ya Tuhan kami.... Sesungguhnya engkau Dzat yang mengumpulkan seluruh manusia pada suatu hari yang sama sekali tidak ada keraguan di dalamnya, sesungguhnya Allah tidak akan menyalahi janji” (Ali Imran ayat : 9)

Dari Ja’far bin Muhammad ra sesungguhnya Baginda Nabi saw bersabda : ”Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika kehilangan suatu barang, maka pasti Allah swt akan mengembalikan kepadanya”.


Jika anda kehilangan suatu barang (benda mati/hidup), seuatu hal yang anda cintai. Disamping kita berusaha untuk mencarinya, jangan lupa untuk anda juga memohon kepada sang maha kuasa agar barang anda yang hilang bisa segera bisa kembali

23 May 2014

Curahan Hati yang Gelisah (Munfarijah)


Syair munfarijah sendiri bukan hanya sekedar doa, lebih dari itu berisi nasehat, hikmah dan ungkapan yang jujur yang sebenarnya dari yang ada di lubuk hati. Misalnya pada bait 6 syair berikut ini :

فَلَرُبَّتماَ فَاضَ اْلمَحْياَ ۞ بِبُحُوْرِ اْلمَوْجِ مِنَ الُّلحَجِ

Artinya : Namun kadang semerbaknya hidup  terpancar diantara gelombang samudra dan dalamnya laut (Syaikh Yusuf bin Muhammad bin yusuf at-Turizi at-Tuusi). 

Kehidupan yang sekarang sedang kita jalani, tidaklah selalu mudah di tempuh. Semangat  juang tinggi (mujahadah : ihtiyar dan doa) dan ketabahan (sabar dan tawakal) dalam mengarungi bahtera kehidupan adalah syarat mutlak, untuk kita bisa selamat. Kita juga harus senantiasa waspada (siap siaga) setiap saat, lengah sedikit kita akan tertelan gelombang kehidupan tanpa ampun, itu adalah resiko bagi orang hidup.

DOA
HATI YANG LUKA

Ya Allah, Dzat yang maha melihat segala apa yang ada didalam hati dan maha mendengarnya, Ya Allah, engkaulah Dzat yang maha menyiapkan segala yang terjadi, ya Allah engkaulah Dzat yang dimohon untuk melepas segala  kesengsaraan, Ya Allah engkaulah Dzat  mengadu segala keluh kesah, kegelisahan dan ketakutan kepadaMu. Ya Allah Dzat yang simpanan rizkiMu ada pada 

firman “KUN/Jadilah” berilah aku anugrahMu, sungguh segala kebaikan terkumpul di sisiMu.
Aku tidak punya apa-apa untuk bisa sampai kepadaMu kecuali kehinaanku, kefakiran dan segala kebodohanku. Maka dengan penuh pengharapan aku haturkan segala  kehinaan, kefakiran dan kebodohanku ini, aku tidak punya daya untuk mengetuk pintuMu ya Allah, kalau engkau tolak aku, pintu siapa lagi yang aku ketuk?, dan kepada siapa lagi aku harus memohon dan aku bisikkan namanya?,

Apabila anugrahMu menepiskan permohonanku, pemutus asaanMu kepada kepada orang yang durhaka  menggiring kearah kemurahanMu, anugrahMu lebih banyak dan pemberianMu lebih menyeluruh.

DOA 2
HATI YANG LUKA

Ya Allah, Dzat yang menyambut doa orang yang sedang menderita di malam kelam, Ya Allah, Dzat yang menyingkap penderitaan dan cobaan yang menyakitkan.

Orang-orang yang datang kepadaMu tidur dan jaga di sekitar rumahMu (ka’bah), wahai engkau ya Allah Dzat yang maha hidup dan maha berdiri sendiri, dan engkau tidak pernah tidur.
Aku memohon kepadaMu ya Allah dalam keadaan sedih, resah dan gelisah. Kasihani tangisku ini demi ka’bah rumahMu dan tanah haram.

Manakala kemaha pemurahanMu tidak bisa diharap oleh orang bodoh, maka siapa pula yang akan mengasihani orang-orang yang berdosa dengan belas kasihNya?.

DUA DOA DIATAS MERUPAKAN KARYA DARI SYAIKH YUSUF BIN MUHAMMAD BIN YUSUF AT-TURIZI AT-TUUSI

DOA DAN DZIKIR
HATI YANG LUKA

Dalam Islam sendiri Nabi Muhammad saw mengajarkan suatu doa, yang sangat baik untuk di amalkan bagi orang-orang yang lagi resah gelisah, merasa lemah (tiada semangat), pelit, terlilit hutang, dalam intimidasi orang/penguasadan dibaca sesering mungkin. Bacalah doa ini sesering mungkin dan sebanyak-banyaknya :

اللَّـــهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْـِز وَاْلكَسَلِ  
 وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُـبْنِ وَالْبُخْـلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَـهْرِ الرِّجَالِ. 

Artinya : “Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.” (HR Abu Dawud 4/353)

BACAAN ISTIGFAR

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِیْمِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Asataghfirullaahaal adzhim alladziy Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaih
Artinya : “Aku mohon ampun dan bertaubat kepada Allah Dzat yang maha agung tiada Tuhan (berhak disembah) kecuali hanya Dia, Dzat yang Maha hidup dan berdiri sendiri” 


Banyak sekali amalan-amalan untuk mempercepat tercapainya segala hajat, amalanya itu cukup berat itu mungkin untuk kita yang tidak terbiasa akan berat untuk bisa bangun malam melaksanakan shalat tahajud, hajat, tasbih dan shalat dluha di pagi hari. Atau juga  melaksanakan puasa sunah meskipun itu hanya puasa senin kamis, atau juga untukmengamalkan baca shalawat nariyah 4444, atau baca ayat kursi 1000 kali di tengah malam, atau juga membaca surat yasin sebanyak 40 kali sekali duduk.

Dan yang kedua banyak-banyaklah membaca Istigfar, kenapa istigfar?  karena kita manusia yang pastinya tiada pernah terlepas dari salah, dosa dan lupa. Jika tidak mampu/ tidak bisa untuk baca sebanyak banyaknya cukup saja di baca 100 kali di pagi hari, dan 100 kali di sore hari (ba’da ashar) boleh juga di baca setelah shalat magrib.

Istigfar sendiri sangat ampuh untuk mengatasi problem hidup yang sangat komplek, beban psikologis (kesedihan, stres , depresi dll), masalah keluarga, orang tua, suami, istri, anak, kebutuhan/pendapatan hidup,rizki, kesehatan, pekerjaan, jodoh dan banyak lainya, maka banyak-banyaklah baca istigfar, istigfar adalah solusi ampuh dan terbaik untuk semua masalah anda.

21 May 2014

Tiada Tuhan Selain Engkau Ya Allah

 ﴿بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ﴾
يَارَبِّى لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، لَاإِلَهَ اِلاّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَ مَا وَسِعَهُ عِلْمُ اللهِ اَلْعَلِىّ الْعَظِيْمِ، وَعَنَتِ الْوُجُوْهِ لِلْحَيّ الْقَيُّوْمِ، للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ اَلَلَّهُمَّ إِنّي أَسْأَلُكَ بأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ لَاإِلَهَ إِلّا أَنْتَ وَحْدكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ يَاحَنَّانُ يَامَنَّانُ يَابَدِيْعَ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ ياذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ، يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ يَارَحْمَنُ يَارَحِيْمُ يَاأَحَدُ يَاصَمَدُ يَاذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَالَاإِلَهَ إِلّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اَللهُ لَاإِلَهَ إِلّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَاِلَهَ اِلَّااللهُ عَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لَااِلَهَ اِلَّااللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لَااِلَهَ اِلَّااللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمُ، لَااِلَهَ اِلَّااللهُ عَزَّجَارُكَ وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ وَلَااِلَهَ غَيْرُكَ لَاإِلَهَ إِلَّا أَنْتَ طه، طس، طسم، المر، الر، حم، ق والقُرْآنِ الْمَجِيدِ، ص والْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِ، وَالطُّوْرِ وَكِتَابٍ مَّسْطُوْرٍ، ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَ، يس وَاْلقُرْأَنِ الْحَكِيْمِ، اِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَ، عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ، تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ، كهيعص كُفِيْتُ حمعسق حُمِيْتُ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَاِنَّهُ لَقَسَمٌ لَوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌ، اِنَّهُ لَقُرْاَنٌ كَرِيْمٌ، فِىْ كِتَبٍ مَكْنُوْنٍ، وَاللهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيْطٌ، بِلْ هُوَ قُرْأَنٌ مَجِيْدٌ، فِىْ لَوْحٍ مَحْفُوْظٍ۰ اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ اِلَهًا وَاحِدًا اَحَدًا صَمَدًا لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًّا اَحَدٌ، يَاوَدُوْدُ يَاوَدُوْدُ يَاذَاالْعَرْشِ الْمَجِيْدِ يَامُبْدِأَ يَامُعِيْدُ يَافَعَّالًا لِمَا يُرِيْدُ أَسْأَلُكَ بِنُوْرِ وَجْهِكَ الَّذِى مَلَأَ أَرْكَانَ عَرْشِكَ وَأَسْأَلُكَ بِقُدْرَتِكَ الَّتِى قَدَّرْتَ بِهَا عَلَى جَمِيْعِ خَلْقِكَ وَأَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِى وَسِعْتَ كُلَّ شَئٍ لَااِلَهَ اِلَّا اَنْتَ يَاذَاالْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ، اَلَلَّهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ بِمَا سَأَلَ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلَامِ حِيْنَ سَجَدَ عِنْدَ عَرْشِكَ اْلعَظِيْمِ لِيَقْرَاءَ اَسْمَاءَكَ يَا اللهُ يَا اللهُ يَا اللهُ اَنْ تَسْخُرَلِى مَلَائِكَتَكَ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَخِذْمَةَ عَرْشِكَ اْلعَظِيْمِ وَحَضْرَةَ مَلْكَكَكَشْفَيَائِيْلَ يَاسَائِيْلَ وَرُوْحَيَائِيْلَ وَرُوْقَيَائِيْلَ وَمَرْسَيَائِيْلَ وَدَرْدَيَائِيْلَ وَسَمْسَمَائِيْلَ وَصَرْفَيَائِيْلَ وَعَنْيَائِيْلَ وَكَسْفَيَائِيْلَ وَشَمْخَيَائِيْلَ وَشَمْخِيْلَ وَرَهُ وَرَقَائِيْلَ وَدُوْقَائِيْلَ وَطَلْكَفَيَائِيْلَ وَجِبْرَائِيْلَ وَشَمْشَيَائِيْلَ وَتَوْرَدْيَائِيْلَ وَسَمْعَيَائِيْلَ بَيَانُ وَسَمْعَيَائِيْلْ وَطَاطَائِيْلَ وَحَرْبَيَائِيْلَ وَطَنْيَائِيْلَ وَاِسْرَافِيْلَ وَعِزْرَائِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَحِرْفَايَةَ وَحِرْسَايَةَ وَسِرْقَيَائِيْلَ وَعِرْقَيَائِيْلَ وَبَيْطَائِيْلَ وَاِسْرَافِيْلَ وَعِزْرَائِيْلَ وَغْنِيَائِيْلَ اَعْيِنُوْنِى يَامَعْشَرَ اْلمَلَائِكَةِ اْلكِرَامِ وَالْأَرْوَاحِ الطَيّبَةِ عَلَى مَا اُرِيْدُ مِنْكُمْ اَلَلَّهُمَّ اِنّى اَسْأَلُكَ بِعِلْمِكَ وَبِقُدْرَتِكَ عَلَى اْلخَلَائِقِ وَبِسْمِكَ اْلعَظِيْمِ اَلْمُتَعَالِى اَلْكَبِيْرِ اَلْمُطَهّرِ اَلْوَاحِدِ اَلْمُعَظَّمِ اَلْمُكَرَّمِ اَلْعَزِيْزِ اَلْمُقَدَّسِ اَلَّذِى فَضَّلْتَهُ عَلَى جَمِيْعِ الْاَسْمَاءِ كُلّهَاعَزِيْزِهَا وَمَنِيْعِهَا وَشَرِيْفِهَا وَرَفِيْعِهَا وَجَلِيْلِهَا وَكَبِيْرِهَا اَنْ تَسْخُرَلِى هَؤُلَاءِ اْلمَلَائِكَةِ اْلكِرَامِ يَقْضُوْنَ حَاجَتِى اَلُوْحَا ٣× اَلْعَجَلَ ٣× اَلسَّاعَةْ ٣×، لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلٌ اللهِ فِى مَلَاءِ الْأَعْلَى اِلَى يَوْمِ الدّيْنِ، لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلٌ اللهِ بِعَدَدِ كُلّ شَئٍ فِى الدُّنْيَا وَالْأَخِيْرَةِ، لَاإِلَهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَ مَا وَسِعَهُ عِلْمُ اللهِ اَلْعَلِىّ الْعَظِيْمِ، اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللهِ، وَمَا مِنْ اِلَهٍ اِلَّا اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ، وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَاإِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ ۰الم٠ اَللهُ لَاإِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، اللَّهُ لاإِلَهَ إِلاَّ هُوَ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى، تَبَارَكَ اسْمُ رَبّكَ ذِى الْجَلآلِ وَالْإِكْرَامِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لاإِلَهَ إِلاّ أَنْتَ اَلْاَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ، وَقُلِ اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِىٌّ مِنَ الذُّلِ وَكَبّرْهُ تَكْبِيْرًا، لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَ الْقُرْأَنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ، هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَاإِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ، هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَاإِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلاَمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ، هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيم، اَللَّهُمَّ يَادَائِمَ الفَضْلِ عَلَى الْبَرِيَّةِ يَابَاسِطَ الْيَدَيْنِ بِالْعَطِيَّةِ يَاصَاحِبَ الْمَوَاهِبِ الْسَّنِيَّةِ صَلِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْوَرَى سَجِيَّةً وَغْفِرْلَنَا يَاذَا الْعُلَى فِى هَذِهِ السَّنِيَّةِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ، سُبْحاَنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ۞

Tiga Ayat Terakhir Dari Surat Al-Hasyr

MUQADDIMAH
Surat Al-Hasyr terdiri atas 24 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Bayyinah. Dinamai surat ini “Al-Hasyr” (pengusiran) diambil dari perkataan “Al-Hasyr” yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.


Pokok-pokok isinya :
1. Keimanan:
Apa yang berada di langit dan di bumi semuanya bertasbih memuji Allah: Allah pasti mengalahkan musuh-Nya dan musuh-musuh Rasul-Nya; Allah mempunyai Al-Asmaa-ul Husna; keagungan Al-Qur’an dan ketinggian martabatnya.

2. Hukum-hukum:
Cara pembahagian harta fai-i; perintah bertakwa dan menyiapkan diri untuk kehidupan ukhrawi.

3. Dan lain-lain:
Beberapa sifat orang-orang munafik dan orang-orang Ahli Kitab yang tercela; peringatan-peringatan untuk kaum muslimin.
سورة الحشر

(PENGUSIRAN)
Surat ke 59 : ayat 21-24

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
21. Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.

Beberapa Al-Asmaa’ al Husna.

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
22. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


هُوَ اللَّهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلاَمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
23. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.


هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَآءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
24. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


PENUTUP

Surat ini menerangkan tentang bagaimana seharusnya sikap setiap orang Islam terhadap orang-orang yang tidak Islam yang melakukan tindakan-tindakan yang merugikan umat ini sebagai yang dilakukan oleh Bani Nadir; hukum fai-i dan pembagiannya, kewajiban bertakwa, ketinggian dan keagungan Al Qur’an, kemudian ditutup dengan menyebut sebahagian Al-Asma’ul Husna.

HUBUNGAN SURAT AL-HASYR DENGAN SURAT AL-MUMTAHANAH:

Dalam surat Al-Hasyr disebutkan bagaimana orang-orang munafik saling tolong-menolong dengan orang-orang Yahudi dalam memusuhi kaum muslimin, sedang dalam surat Al-Mumtahanah Allah melarang orang muslim mengangkat orang-orang kafir menjadi pemimpin atau menjadikan mereka teman setia. Dalam pada ini dibolehkan bekerja sama, tolong-menolong dengan mereka selama tidak memusuhi kaum muslimin.

FADHILAH AKHIR SURAT HASYR AYAT:21-24

Dalil mengenai keistimewaan 3 ayat akhir Surah Al-Hasyr

1. Daripada Fadhil Ibnu Yassar Al-Muzani r.a berkata: Nabi ﷺ telah bersabda :“Sesiapa membaca ketika bangkit subuh “A’uuzubillahis-Sami’il-’alimi-Minas-Syaitanir-Rajim.” Kemudian membaca tiga ayat akhir surah Al-Hasyar maka Allah سبحانه وتعالى mewakilkan 70 malaikat berselawat ke atasnya hingga ke petang. Begitu juga waktu petang dan jika dia meninggal hari itu dikira mati syahid.”

2. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesiapa yang membaca ayat akhir surah al-Hasyr, baik malam mahupun siang, lalu dia meninggal dunia pada hari itu, maka ia berhak masuk syurga.” (Hadis Riwayat Al-Baihaqi)

3. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesiapa yang membaca 3 ayat terakhir surah al-Hasyr, maka Allah سبحانه وتعالى mempertaruhkannya kepada tujuh puluh ribu malaikat yang berselawat kepadanya sehingga masuk waktu petang. Apabila dia meninggal pada hari itu, ia meninggal sebagai seorang syahid. Dan sesiapa membaca di waktu petang, adalah dia di tempat yang telah diterangkan itu.”(Hadis Riwayat At-Tirmizi r.a.)

4. Merupakan obat dari segala macam penyakit kecuali mati. Rasulullah SAW bersabda kepada Abdullah bin Mas’ud r.a:”Letakkanlah tanganmu di atas kepalamu! Karena sesungguhnya Jibril a.s pada waktu menurunkan ayat tersebut dia berkata kepadaku:”Letakkanlah tanganmu di atas kepalamu! Karena sesungguhnya ayat ini adalah obat dari segala macam penyakit kecuali kematian”.(HR.Khotib Al Baghdadi)

5. Terlindungi dari ganguan jin. Dari Abu Ayyub Al Anshori ra bahwasanya beliau mempunyai satu tempat pengeringan korma di rumahnya,tiba-tiba beliau mendapatkan korma-korma yang ada di tempat pengeringan tersebut telah berkurang.Maka di saat malam tiba, beliaupun mengawasi korma-kormanya.Tiba-tiba beliau mendengar suara kedatangan seseorang,maka beliaupun langsung bertanya kepadanya :”Siapa kamu?”, orang itupun menjawab: ”Saya adalah seorang laki-laki dari golongan jin.Kami datang ke rumah ini karena kami telah kehabisan bekal,maka akhirnya kami mengambil sebagian dari korma-korma kalian. Dan Allah SWT tidak akan mengurangi korma kalian sedikitpun”. Kemudian Abu Ayyub r.a berkata kepada jin tersebut: ”Kalau memang engkau jujur, coba tunjukkan tanganmu kepadaku!”. Maka jin itupun menunjukkan tangannya kepada Abu Ayyub ra, ternyata tangan jin tersebut di penuhi dengan bulu.hampir mirip dengan kaki depannya anjing. Abu Ayyub ra kemudian berkata kepadanya : ”Korma-korma kami yang telah engkau ambil sudah kami halalkan.Sekarang maukah kau beritahukan kepada kami(golongan manusia) mengenai doa yang paling utama dan paling ampuh untuk melindungi diri kami dari gangguan jin?”, jin itupun menjawab : ”Doa yang paling utama untuk melindungi diri kalian dari gangguan kami adalah beberapa ayat yang terdapat dalam akhir surat Al Hasyr”(HR.Ibnu Marduwaih)

6. Jika meninggal maka Allah SWT akan menghapus seluruh kesalahan-kesalahan yang telah dia lakukan . Dari Anas ra Rasulullah SAW bersabda : ”Barangsiapa membaca akhir surat Al Hasyr,kemudian dia meninggal pada siang atau malam harinya,maka Alloh SWT akan menghapus seluruh kesalahan-kesalahan yang telah dia lakukan”.(HR.Ibnu Marduwaih)

7. Akan dihitung mati syahid. Dari Anas ra bahwasanya Rasulullah SAW memerintahkan kepada seorang laki-laki setiap dia hendak berbaring di tempat tidurnya,untuk membaca akhir surat Al Hasyr.Kemudian beliau bersabda:”Apabila engkau mati,maka engkau mati sebagai syahid”.(HR.Ibnu Sunni dan Ibnu Marduwaih)

8. Untuk memaqbulkan doa. Dari Muhammad bin Hanafiah rah.a sesungguhnya Baro’ bi Azib r.a telah berkata kepada Ali bin Abi Thalib r.a:”Saya minta kepada engkau atas nama Allah SWT,agar engkau mengkhususkan aku dengan sebaik baik doa,yang mana Rasulullah SAW telah mengkhususkan engkau dengan doa tersebut.Bahkan itu adalah doa yang telah di khususkan oleh malaikat Jibril untuk Baginda Nabi SAW dari sebagian yang telah di wahyukan oleh Allah Yang Maha Rahman kepada Nabi SAW.Ali r.a berkata:”Wahai Baro’! Apabila engkau menginginkan untuk berdoa’ kepada Allah SWT dengan menggunakan Ismul A’dzom(Nama Allah Yang Paling Agung)maka bacalah sepuluh ayat pertama surat Al Hadid dan akhir surat Al Hasyr, kemudian ucapkan:”Wahai Dzat yang memiliki sifat-sifat sebagaimana yang telah di sebutkan pada ayat di atas…,dan tidak ada seorangpun yang memiliki sifat-sifat seperti itu kecuali hanya Engkau.Saya memohon kepada-Mu agar Engkau menunaikan permohonanku”.Wahai Baro’! Demi Allah, seandainya engkau berdoa’ keburukan untukku dengan doa ini,niscaya Alloh akan menenggelamkan saya ke dalam bumi”.(HR.Abu Ali Abdurrohman bin Muhammad An-Naisaburi).

9. Allah akan mengirimkan 70.000 malaikat kepadanya untuk mengusir setan baik dari golongan jin maupun manusia  darinya. Dari Abu Umamah r.a Rasulullah SAW bersabda:”Barangsiapa yang minta perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan setan(ya’ni dengan membacaA’UDZUBILLAHI MINASSYAITHONIRROJIM)sebanyak 3 kali,kemudian dia membaca akhir surat dari surat Al Hasyr,niscaya Allah SWT akan mengirim 70.000 malaikat kepadanya untuk mengusir setan baik dari golongan jin maupun manusia darinya.Apabila dia membacanya di waktu malam maka dia akan di jaga sampai pagi.Dan apabila dia membacanya di waktu pagi ,maka dia akan di jaga sampai sore hari”.(HR.Ibnu Marduwaih)

10. Dapat jaminan masuk syurga. Dari Abu Umamah r.a Rasulullah SAW bersabda:”Barangsiapa membaca penutup surat Al Hasyr pada waktu malam atau siang,kemudian dia mati pada waktu malam atau siang harinya,maka wajib baginya masuk syurga”.(HR.Ibnu Addi,Ibnu Marduwaih,Khotib dan Baihaqi)

11. Allah akan menugaskan 1000 malaikat yang akan  memohonkan pengampunan untuknya. Dari Ma’qil bin Yassar r.a bahwasanya Nabi SAW bersabda:”Barangsiapa yang pada waktu pagi membaca:”A’UDZU BILLAAHI SAMI’IL ‘ALIIM MINASSYAITHONIRROJIM sebanyak 10 kali,maka Allah akan menugaskan 1000 malaikat kepadanya yang akan selalu memohonkan pengampunan untuknya sampai sore hari.Dan apabila dia mati pada hari itu,maka dia mati sebagai syahid.Dan barangsiapa membaca do’a dan ayat tersebut pada waktu sore,maka dia akan mendapatkan keutamaan/fadhilah sebagaimana ketika dia membacanya di waktu pagi.(HR.Ahmad,Darimi,Tirmidzi)

12. Dapat mengejar/menambal amalan-amalan dia yang terlewatkan pada malam harinya.

13. Akan mendapatkan penjagaan dari Allah. Dari Utbah r.a beliau berkata:”Para shahabat Nabi SAW  telah menceritakan kepada kami bahwasanya barangsiapa yang membaca penutup surat Al Hasyr pada waktu pagi ,maka berarti dia telah mengejar(menambal)amalan-amalan dia yang terlewatkan pada malam harinya.Dan dia akan dijaga oleh Alloh SWT sampai sore hari.Dan barangsiapa membacanya pada waktu sore,maka berarti dia telah mengejar (menambal)amalan-amalan dia yang telah terlewatkan pada waktu siang hari.Dan dia akan dijaga oleh Allah SWT sampai pagi hari.Dan apabila dia mati,maka wajib baginya masuk syurga.(HR.Ibnu Dhoris)  

14. Termasuk Ismul A’dzom(yang dapat memaqbulkan do’a) Dari Ibnu Abbas ra Rosulullah SAW bersabda:”Ismul A’dzom terdapat dalam 6 ayat terakhir dari surat Al Hasyr”(HR.Ad Dailami)


Walaupun hadis di atas dianggap hasan dan sebagian sanadnya lemah tetapi kita boleh meyakini dan mengamalkannyadengan berkat ‘Asma ul Husna’ yang terkandung di dalamnya dan tujuan beramal dengan Kalamullah. Hanya dengan  membaca tiga ayat akhir surah Al-Hasyr (ayat 22 – 24) yang mudah ini, para malaikat akan berselawat. Semoga dengan berkat keikhlasan bacaan itu, kita mendapat syafaat selawat tersebut untuk membantu kita memasuki jannah kelak. Amien...3x ya rabbal alamien

Amalan Agar Supaya Didoakan Para Malaikat Allah

سُورَة الْأَنْعَام
SURAT AL-AN’AM
(Binatang Ternak)

Surah al-An’am adalah surah ke-6 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.

Dinamakan al-An’am (Hewan Ternak) karena di dalamnya disebut kata al-An’am dalam hubungan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan mereka. Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut. Menurut sejumlah riwayat, keseluruhan ayat-ayatnya turun sekaligus. Pakar hadits, at-Tabrani meriwayatkan, surah ini diantar oleh 70.000 malaikat dengan alunan tasbih.

Memang banyak riwayat menyatakan seluruh ayat ini turun sekaligus. Persoalan yang diinformasikan riwayat itu bukan persoalan ijtihad/nalar tetapi sejarah, bukan juga persoalan yang berhubungan dengan hawa nafsu yang dapat mengantar kepada penolakannya, yang bisa menjadikannya memiliki kelemahan. Karena itu, riwayat-riwayat tentang turunnya seluruh ayat surah ini sekaligus pastilah mempunyai dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Turunnya sekaligus ayat surah ini, tidak dijadikan riwayat sebab nuzul beberapa ayat ditolak.

Dengan demikian, pada hakikatnya surah ini bertujuan memantapkan tauhid dan ushuluddin, sekaligus memantapkan kewenangan Allah swt., dalam segala persoalan. Dari sini pula wajar jika dia turun sekaligus, tidak bertahap.

Adapun pokok-pokok isi yang terkandung dalam surah seperti pada ayat 108 adalah larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah, dan larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Dalam hal ini yang menjadi batasan masalah adalah kita sebagai muslim janganlah mencaci maki tuhan-tuhan berhala kaum musyrik karena hal tersebut akan menimbulkan dendam dan permusuhan kaum musyrik dengan mencaci maki Allah.

TAFSIR SURAT AL-AN’AM AYAT 1 – 6

بسم الله الرحمن الروحيم
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ
Segala puji bagi Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. (al-An’am ; 1)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi,
Allah Ta’ala berfirman dengan memuji diriNya yang mulia, menyanjung diriNya atas penciptaan makhlukNya, langit, dan penciptaan bumi sebagai tempat tinggal untuk hamba-hambaNya.

وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ
dan mengadakan gelap dan terang
Dia menjadikan pula adanya gelap dan terang yang bermanfaat bagi hamba-hambaNya baik pada malam hari maupun siang hari.

Dalam ayat ini Allah menyebutkan kata gelap atau kegelapan dengan bentuk jamak (الظُّلُمَاتِ) sedangkan Dia menyebutkan kata terang dengan bentuk tunggal (النُّور). Yang demikian itu karena kemuliaannya, yaitu bahwa satu cahaya lebih mulia daripada banyaknya kegelapan.  Hal ini sama halnya dengan penyebutan kata kanan (الْيَمِين) dengan bentuk tunggal, dan kata kiri (الشَّمَائِل) degan bentuk jamak dalam firman Allah surat an – Nahl ayat 48 ;

عَنْ الْيَمِين وَالشَّمَائِل
ke kanan dan ke kiri
Dan juga firman Allah surat … yang menyebutkan jalan lurus (صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا) dengan bentuk tunggal, sedangkan penyebutan jalan lain selain jalan lurus itu dengan bentuk jamak (السُّبُل).

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُل فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيله
Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), Karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya (al-An’am ; 153)

Setelah penjelasan ringkas dan jelas tentang penciptaan langit dan bumi, terang dan kegelapan, kemudian Allah berkata :

ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ
namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka
Dengan firman Allah di penutup ayat 1 surat al-An’am ini, Allah berkata bahwa dengan semua penjelasan itu, sebagian hambaNya tetap saja kafir. Mereka menjadikan sekutu – sekutu dan tandingan – tandingan bagi Allah. Mereka juga menjadikan Allah memiliki istri dan anak. Maha Tinggi Allah dari semua anggapan itu setinggi-tingginya.

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَى أَجَلًا وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ
Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang dia sendirilah mengetahuinya), Kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). (al-An’am ; 2)

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ
Dialah yang menciptakan kamu dari tanah,
Yang dimaksud dengan menciptakan kamu dari tanah ini yakni Adam, yang merupakan nenek moyang dan asal mereka. Bermula Adamlah kemudian mereka lahir dan tersebar di timur dan barat.

ثُمَّ قَضَى أَجَلًا وَأَجَل مُسَمًّى عِنْده
sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang dia sendirilah mengetahuinya),
Tentang firman Allah ini, Sa’id bin Jubair berkata, dari Ibnu Abbas :

ثُمَّ قَضَى أَجَلًا
sesudah itu ditentukannya ajal, yaitu ajal kematian.

وَأَجَل مُسَمًّى عِنْده
dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya, yakni akhirat. Demikian diriwayatkan dari Mujahid, Ikrimah, Sa’id bin Jubair, Hasan, Qatadah, Adh-Dhahhak, Zaid bin Aslam, Athiyyah, As-Suddy, Muqatil, Ibnu Hibban, dan selain mereka.
Dari Ibnu Abbas dan Mujahid tentang ayat tersebut :

ثُمَّ قَضَى أَجَلًا
sesudah itu ditentukannya ajal, yaitu masa dunia

وَأَجَل مُسَمًّى عِنْده
dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya, yaitu umur manusia sampai matinya.
Penafsiran seperti itu seakan mengambil dari firman Allah :

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَى أَجَلٌ مُسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, Kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. (al-An’am ; 60)
Sedangkan firman Allah :

وَأَجَل مُسَمًّى عِنْده
dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya
Firman Allah عِنْده yang berarti disisiNya, berarti tidak ada yang mengetahuinya (tentang ajal itu) kecuali Dia.
Sebagaimana Firman Allah

إِنَّمَا عِلْمهَا عِنْد رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ
Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. (al-A’raf ; 187)
Dan juga firmanNya

يَسْأَلُونَك عَنْ السَّاعَة أَيَّانَ مُرْسَاهَا فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا إِلَى رَبّك مُنْتَهَاهَا
(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya? Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). (an-Nazi’at ; 42 – 44)

ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ
Kemudian kamu masih ragu-ragu.
As-Suddy serta yang lainnya mengatakan bahwa maksudnya adalah : kamu sekalian masih meragukan tentang hari kiamat.

وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ
Dan dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan. (al-An’am ; 3)

وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ
Dan dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi
Yakni Dialah Tuhan yang diseru, disembah baik di langit maupun di bumi. Dialah yang disembah dan diesakan, diakui sebagai Tuhan yang berhak diibadahi oleh semua yang ada di langit dan di bumi. Mereka menyembahNya dengan rasa takut dan pebuh harap, kecuali sebagian dari golongan jin dan manusia yang kafir.
Sebagaimana firman Allah

وَهُوَ الَّذِي فِي السَّمَاء إِلَه وَفِي الْأَرْض إِلَه
Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi (az – Zikhruf ; 84)
Yakni Dialah Tuhan yang berhak disembah oleh semua yang ada di langit, dan Dia pula Tuhan yang berhak disembah oleh seluruh yang ada di bumi

يَعْلَم سِرّكُمْ وَجَهْركُمْ
Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan

وَيَعْلَم مَا تَكْسِبُونَ
dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.
Yakni Dia Maha Mengetahui semua amalanmu, yang baik maupun yang buruk.

Referensi  : AL-MISHBAHUL MUNIR Fi Tahdzibi Tafsir Ibn Katsir Lil Imam al jalil ‘Imaduddin Abi al Fida Isma’l bin ‘Umar bin Katsir I’dadu jamaatin minal ‘Ulama Bi isyrafi Syaikh Shafiyyurrahman

KEUTAMAN DARI MEMBACA TIGA AYAT PERTAMA DARI SURAT AL-AN’AM

Amalan agar Didoakan Para Malaikat - Berikut ini amalan yang dapat diamalkan yang bagi si pengamal akan mendapatkan karunia ataupun keberuntungan sangat besar tak terkira. Bagaimana tidak, bagi si pengamal  yang mengamalkan amalan ini maka ia akan didoakan para malaikat. Dan tentunya, doa malaikat akan senantiasa dikabulkan oleh Allah. Karena itu mari kita berikhtiar dengan memperbanyak diri dengan berdoa dan melakukan ibadah-ibadah dengan sebaik-sebaiknya agar mendapatkan ridha Allah, malaikat dan nabi-nabiNya.  Berikut amalan yang dimaksud: Yaitu membaca dengan istiqamah, surah al-An'am, terutama 3 ayat pertama  (Dikutip dari Kitab : Khazinatul Asrar)

Dari anas bin malik berkata : Rosulullah saw bersabda:
“Surat al an’am diturunkan bersama iring iringan malaikat yang menutupi arah barat dan timur sambil menyairkan tasbih sehingga menutupi bumi. Dan rasul pun mengucap maha suci tuhanku yang maha agung 3x.


Surat al an’am tidak diturunkan secara berangsur angsur seperti surat surat lainya,namun surat al an’am diturunkan sekaligus.

Addarimi meriwayatkan musnadnya dari umar bin khatab ra berkata : surat al an’am adalah termasuk surat pilihan, dan merupakan pembukaan kitab taurot,sedangkan penutub taurot adalah surat hud.

Ibnu abbas mengatakan: ketiga ayat itu diturunkan Allah sendiri untuk memuji zatNYA sendiri sebagai sanggahan dari segolongan manusia bahwa Allah mempunyai anak,dan anggapan bahwa malaikat adalah putri Allah(HR.ibnu jarir)

Ats Tsalabi meriwayatkan dari jabir dari Nabi SAW bersabda:
“Barang siapa membaca tiga ayat permulaan surat al an’am maka Allah mewakilkan 40 ribu malaikat agar mencatat kebaikan ibadah mereka untuk dia sampai hari kiamat.
Dan turunlah malaikat dari langit ke tujuh yang membawa tongkat besi, bila syaithon hendak menggodanya maka alloh memerintahkan malaikat itu agar memukulnya,maka antara mereka dan setan terdapat 70 benteng. Apabila hari kiamat telah tiba maka ALLaH yang maha berkah dan maha luhur berfirman”berjalanlah pada naunganKu,pada hari itu tidak ada naungan kecuali naunganKu.Dan makanlah dari buah buahan surgaKU,minumlah dari telaga kautsar dan mandilah dengan air salsabil,maka kau adalah hambaku dan AKU adalah Tuhanmu.


Al-‘Aufi, Ikrimah, dan ‘Atha meriwayatkan dari Ibnu Abbas : Surat Al-An’am diturun kan di Makkah.

Ath-Thabrany meriwayatkan dari Ibnu Abbas : Surat Al-An’am turun di Makkah pada waktu malam hari dengan sekaligus, dan bersama turunnya diiringi 70.000 Malaikat yang mengumandangkan tasbih di sekiarnya.

As-Suddy meriwayatkan dari Murrah dari Abdullah : Surat Al-An’am turun dengan diiringi 70.000 Malaikat.