Loading...
03 June 2016

Habib Abdullah bin Umar bin Syeh Abu Bakar bin Salim Balung Jember


Riwayat singkat hidup Habib Abdullah Bin Umar Bin Syeh Abu Bakar Bin Salim di tulis semata-mata untuk lebih mengenal beliau untuk meneladani ahlak seorang yang sholeh yang memiliki kedudukan yang tinggi di hadapan Allah swt.

SILSILAH NASAB BELIAU
Silsilah nasab beliau : Habib Abdullah Bin Umar Bin Ahmad Bin Sholeh Bin Abdullah Bin Abu Bakar Bin Iddrus Bin Umar Bin Abu Bakar Bin Iddrus Bin Al Imam  Al Wali  Al Habib Husain Bin Imam Al Wali Al Qutub Al Kabir Fahrul Wujud Habib Abu Bakar Bin Salim (Inat) Bin Abdullah Bin Abdurrahman Bin Abdullah Bin Imam Al Qutub Al Kabir Habib Abdurrahman Assegaf Bin Imam Al Wali Al Qutub Al Kabir Muhammad  Maula Dawilah Bin Ali Bin Alwi  Al Ghuyur  Bin Imam Al Wali Al Qutub Al Kabir Al Faqih Al Muqoddam As Sayyid Muhammad Bin Ali Bin Muhammad (Shohib Mirbat) Bin Ali ( Kholi’ Qosam)  Bin Alwi Bin Muhammad (Shohib Shoumah) Bin Alwi ( Dia Adalah Orang Yang Pertama Dinamakan Alawy) Bin Ubaidillah Bi Al Muhajir Ilallah Ahmad Bin Isa (Annaqib) Bin Muhammad Bin Ali Al Uraidy Bin Ja’far Shodiq Bin Muhammad Al Baqir Bin Ali Zainal Abidin Bin Imam Al Husein  Bin Sayyidina Ali Dan Sayyidah Fatimah Azzahro  Binti Sayyidina Muhammad Asbabil Wujud Wa Asyrofil Anbiya Wal Mursalin.

TANGGAL DAN TEMPAT KELAHIRAN BELIAU
al-imam al wali habib habib abdullah bin umar bin syeh abu bakar bin salim beliau dilahirkan pada tahun 1306 Hijriyah bertepatan pada tahun 1887 Masehi, di kota misthoh yang terletak tidak jauh dari kota tarim  Hadramaut Yaman. Beliau tumbuh dewasa diantara keluarga yang sholeh sehingga beliu bisa menjadi sosok yang alim, sholeh dan sufi yang mashur yang istiqomah didalam mengamalkan ilmunya.

Demi kepentingan pendidikan dan pengembangan dakwah islamiyyah yang berahlakul karimah beliau berhijrah kenegri Indonesia dan tinggal di kota bondowoso kemudian beliau pindah ke kota Jember tepatnya di desa Balung kecamatan Balung.  Lalu disitu beliau medirikan sebuah masjid untuk menghidupkan masyarakat sekitar dengan ilmu, beliau mendidik dan dan membimbing masyarakat dalam majlis (roha) yang selalu beliau adakan setelah shalat ashar. Masyarakat datang dari berbagai pelosok daerah guna menghadiri majlis (roha) yang beliau adakan sehingga kota balungpun semakin padat penduduknya.

Didalam majlis (roha)  tersebut banyak juga dari kalangan Habaib yang hadir  belajar kitab langsung kepada beliau, diantaranya Habib Muhammad Alhaddad, Habib Musthofa, Habib Salim dan para Habaib-Habaib lainya.

AKIDAH DAN MAZHAB HABIB ABDULLAH BIN UMAR
Akidah dan mazhab Habib Abdullah bin Umar beliau mengikuti para salafus sholihin dengan berpegang teguh kepada ajaran ahlus sunnah wal jamaah dan mengikuti mazhab Imam Syafii RA. Sedangkan untuk thoriqoh yang beliau ikuti yang diketahui banyak orang adalah Thoriqoh Saadah Alawiyah. Beliau sangat memegang teguh sunnah-sunnah  Rasulullah dan juga adat istiadat salafus sholeh bani alawy. “katakanlah jika kamu (benar-benar) mencintai Allah swt, ikutilah aku, niscaya Allah swt mengasihi dan mengampuni dosa-dosa mu, dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang”. QS, Al-Imron 31.

SIFAT KESABARAN BELIAU
Salah satu sifat wajib yang harus di miliki seseorang jika ingin menjadi kekasihnya Allah adalah “mereka tidak takut dan juga tidak bersedih hati” jika di ringkas menjadi “SABAR”. Karena Allah sendiri yang telah berjanji bahwasanya Allah sendiri yang akan senantiasa menemani orang-orang yang sabar. Sabar dalam beribadah (istiqomah) dalam menjalankan perintah Allah dan Rasulullah, sabar dalam berdakwah, sabar dalam menuntut ilmu dan mengerjakan serta mengajarkanya, sabar dalam mengadapi fitnah (baik fitnah ksenangan atau fitnah kesedihan) sabar dalam bekerja.

Sifat sabar dalam segala hal tersebut nampak pada diri beliau, dan ada salah satu ulama mendefinisikan sabar adalah : menjauhi hal-hal yang bertentangan (Syariat), bersikap tenang ketika menelan pahitnya cobaan, menampakkan sifat kaya (bersyukur) dengan menyembunyikan kefakiran di medan kehidupan. Makanya Allah mengangakat beliau sebagai pemimpin (suri tauladan yang baik) yang di ikuti orang-orang.“Kami jadikan mereka imam (orang-orang yang di ikuti) yang  memberikan petunjuk dengan perintah kami ketika mereka bersabar” (QS, Al-Anbiya 73).

SIFAT KEDERMAWANAN BELIAU
Beliau adalah seorang yang dermawan, yang sangat senang apabila menjamu tamu dan beliau juga sosok yang murah hati. Beliau mengeluarkan sedekah sebagaimana orang yang tidak takut jatuh miskin karena rajin bersedekah. Apabila tamu yang datang banyak beliau memotong beberapa ekor kambing untuk jamuanya. Bahkan setiap hari beliau membagi-bagikan sedekah kepada orang yang tidak mampu, ini membuktikan karena adanya rasa kedekatan beliau dengan Allah swt, yang itu sesuai dengan Hadist dari Sayyidah Aisyah : Bahwasanya Rasulullah saw telah bersabda  “Orang yang murah hati dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, jauh dari neraka. Sedangkan orang-orang yang pelit jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga dan dekat dengan neraka. Orang bodoh yang murah hati lebih di cintai Allah swt daripada orang ahli ibadah akan tetapi pelit (HR. Turmudzi).

Karena ahlak dan kemurahan hati beliau, maka semakin banyak orang yang sowan kepada beliau, bahkan termasuk Habib Sholeh Tanggul yang terkenal dengan kewalianya juga sowan kepada beliau. Didalam menjamu tamunya beliau lakukan sendiri. Beliau terkenal sebagai pribadi yang tawadlu (rendah hati). Nama beliaupun semakin tersohor di penjuru daerah karena keluhuran budi pekerti beliau, sehingga banyak sekali tamu yang sowan kepada beliau baik untuk mendapatkan ilmu, pengajaran, petuah dan meminta barokah doa dari beliau. Mereka datang dengan terhormat dan pulangpun dengan terhormat.

SEMANGAT BELIAU DALAM MENUNTUT ILMU DAN BERIBADAH
Beliau menuntut ilmu dari para guru yang berada di kota Tarim dan sekitarnya, beliau adalah orang yang semangat dan tekun dalam menuntut ilmu, dan ilmu yang beliau dapat beliau sebarkan dan di ajarkan kepada masyarakat melalui majlis roha, setelah shalat ashar. Beliau juga membangun sebuah madrasah yang terletak di belakang masjid yang beliau dirikan. Untuk aktifitas kegiatan mengajar beliau juga mendatangkan pengajar pengajar dari berbagai tempat, beliau memberikan rumah untuk para pengajar tersebut.

Kebiasan beliau yang terlihat oleh orang umum adalah beliau akan berangkat tidur kurang lebih jam 10 malam, dan bangun kurang lebih pada jam 2 dini hari untuk melakukan shalat Tahajud dan membaca Al-quran (salah satu kebiasaan para kekasihnya Allah adalah kebiasaan mereka membaca Al-quran pada tengah malam/dini hari), hal tersebut sesuai dengan firman Allah swt kepada Nabi Muhammad saw :“Hai orang yang berselimut (Rasulullah) bangunlah (kerjakanlah shalat) di malam hari, kecuali sedikit seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah al-Quran dengan tartil (seksama, cermat , husuk, tenang, penuh pengahayatan dan perlahan lahan sesuai kaidah ilmu tajwid).  QS - Al Muzzammil.

Sambil menunggu datangnya shalat shubuh beliau membaca salah satu wirid kesukaan beliau yang senantiasa beliau baca setiap menjelang datangnya waktu shubuh yaitu membaca surat Al-Ihlas sebanyak seribu kali. Kemudian beliau melakukan shalat berjamaah shubuh di masjid, sehingga tampak bercahaya pada wajah beliau, dan hal itu sudah menjadi sunnatullah untuk hamba-hambanya yang istiqomah shalat malam“Pada muka mereka tampak tanda-tanda dari bekas sujud” (QS Al-Fath 48)

Salah satu amalan yang tidak pernah beliau tinggalkan selama hidupnya, apabila beliau selesai mengerjakan shalat sunnah malam, beliau senanatisa menutupnya dengan mengerjakan shalat witir secara sempurna 11 Rakaat. dan di pagi harinya mengerjakan shalat dluha secara sempurna 8 rakaat.

TANGGAL WAFAT DAN PEMAKAMANYA
Istri habib Abdullah bin Umar yaitu Talha binti Iddrus bin Syeh Abu Bakar bin Salim
Keturunan habib abdullah sendiri ada 6 orang, yaitu : Habib Abdul Qodir, Habib Ali meninggal di mukalla Yaman, Habib Iddrus, Habib Thoha, Habib Alwy dan Syarifah Aminah.
Beliau wafat pada hari terahir dari bulan ramadhan yaitu pada : malam rabu 29 Ramadhan 1378 Hijriyah, atau bertepatan dengan tanggal  8 April 1959, beliau di makamkan pada ke esokan harinya yaitu pada hari raya idul fitri ( kamis 1 syawal 1378 H). Ribuan masyarakat menghadiri pemakamnya, beliau di makamkan di sebelah masjid beliau sendiri di daerah Balung wetan kali- Balung Jember Jawa Timur.
Dalam hadits qudsi disebutkan

ولا يزال عبدي يتقرّب إليّ بالنوافل حتى أحبه فإذا أحببته كنت سمعه الذى سمع به وبصره الذى يبصر به ويده التى يبطش بها ورجله الذى يمشى بها ولئن سألني لأعطيته ولئن استعاذني لأعيذنه

Artinya : Hambaku tidak henti-hentinya mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunah, sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku pendengarannya yang ia mendengar dengannya, dan penglihatannya yang ia melihat dengannya, tangannya, dan penglihatanya yang ia melihat dengannya, kakinya yang ia berjalan dengannya. Apabila ia memohon kepada-Ku, maka aku berinya, dan jia meminta perlindungan, maka Aku berinya perlindungan." (HR. Bukhori).

http//:Istana99kupu.blogspot.co.id

Semoga Bermanfaat
 
TOP