Loading...
19 May 2014

Inilah Orang Yang Pertama Masuk Neraka

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah saw bersabda : "Sesungguhnya manusia yang pertama yang diadili pada hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid. Orang itu dihadirkan di hadapan Allah, lalu diingatkan nikmat-nikmat yang pernah diberikan kepadanya. Orang itu mengingat semua nikmat tersebut. Allah bertanya : Apakah yang engkau lakukan untuk mensyukuri nikmat-nikmat ini ? "Orang itu menjawab."Aku berjuang di jalan-Mu sehingga terbunuh (mati syahid)."Allah berfirman :"Engkau berdusta!! Akan tetapi engkau berjuang agar disebut sebagai pahlawan."Dan kenyataanya semua orang menyebutnya begitu. Lalu orang itu diseret di atas wajahnya ,kemudian dicampakkan ke dalam neraka. Lalu Allah memanggil seseorang yang belajar ilmu,mengajarkannya dan membaca al-Quran. Orang ini dihadirkan, lalu disebutkan kepadanya semua nikmat Allah sehingga ia mengingatnya. Allah lalu bertanya :"Apakah yang engkau lakukan untuk mensyukuri nikmat-nikmat ini ? "Dia menjawab : "Aku mempelajari  ilmu , lalu mengajarkannya dan membaca al-Quran."Allah berfirman: "Engkau berdusta!! Akan tetapi engkau belajar agar disebut alim , dan membaca al-Quran agar disebut qari(hafiz/orang yang hafal al-Quran)". Dan kenyataanya kebanyakan orang menyebutnya seperti itu. Lalu orang itu diseret di atas wajahnya , kemudian dicampakkan ke dalam neraka. Allah lalu memanggil seseorang yang telah diberikan harta yang melimpah ruah. Orang ini dihadirkan , lalu disebutkan kepadanya nikmat-nikmat Allah swt sehingga ia mengingatnya. Allah bertanya:"Apakah yang engkau lakukan untuk mensyukuri nikmat-nikmat ini? "Dia menjawab :"Aku membelanjakannya di tempat-tempat yang engkau kehendaki. "Allah berfirman: "Engkau berdusta!! Akan tetapi engaku melakukannya agar dikenali sebagai dermawan."Dan kenyataanya kebanyakan orang telah menyebutnya seperti itu. Orang itu lalu diseret di atas wajahnya dan kemudian dicampakkan ke dalam neraka."(Riwayat Muslim)
RIYAK DAN SUM'AH

Hadis ini menyebutkan bahwa diantara orang pertama yang akan masuk ke neraka ialah mereka yang suka menipu agama Allah, mereka memang ahli ibadah (Puasa, tirakat, tahajud, sedekah dll) namun ibadah itu tidak diniatkan karana cinta kepada Allah, tapi sebaliknya mereka beribadah agar mendapatkan pujian, di cap sebagai orang alim dan shaleh di tengah-tengah masyarakat. Sikap seperti ini disebut riyak dan sum'ah, melakukan ibadah untuk manusia bukan karana Allah, riyak berkaitan dengan penglihatan manusia, sementara sum'ah berkaitan dengan pendengaran. Siapa saja yang  beramal agar dilihat manusia maka itu riyak , dan siapa yang beramal agar berita amalan itu didengar manusia maka itu sum'ah, dan kedua-duanya mengundang murka Allah swt.


Dalam hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim,Rasulullah saw bersabda yang bermaksud : "Allah swt berfirman:" Barang Siapa yang melakuakn suatu amalan sambil mempersekutukan diri-Ku dengan yang lain,maka Aku berlepas daripadanya. Amalan itu untuk pihak yang disekutukannya itu."

Qatadah seorang ulama tabiin di Basrah berkata:"Apabila seorang hamba melakukan ibadah dengan riyak, Allah swt berfirman kepada para malaikat : "Lihatlah hamba-Ku ini, dia sedang mempersekutukan diri-Ku. "Riyak dan sum'ah ialah syirik kecil yang merusak ibadah. Siapa yang melakukan ibadah karana menginginkan pujian manusia, hakikatnya dia telah menyukutukan Allah dengan sesuatu hal dan itu bisa menghapuskan pahala ibadah tersebut. Dia tidak akan mendapatkan apa-apa dari sisi Allah swt kelak, dia hanya mendapatkan rasa cape, lelah yang berlipat lipat karena dia selalu berusaha keras agar orang lain selalu memujinya.

PENYAKIT ORANG BAIK

Penyakit ini hanya menginggapi "orang baik" saja.Orang jahat dan tidak mengenal Allah tidak memiliki sifat-sifat ini karana mereka tidak melakukan ibadah sama sekali. Mereka akan menjadi bara api neraka tanpa dihisab. Adapun orang yang baik ini ,maka ia mesti terus menjaga kemurnian ibadahnya. Setiap kali melakukan ibadah, dia wajib meluruskan niat agar ibadahnya diterima oleh Allah swt , terutamanya apabila manusia mula menyebut-nyebut kebaikannya dan memuji dirinya.


Syeikh Ali al-Khawas berkata : "Jika engkau sedang berada di jalan istiqamah, lalu seseorang memujimu , maka itu satu peringatan atas kekurangan yang terdapat dalam diri. Maka periksalah dirimu, Carilah sebabnya, kenapa manusia memujimu? Boleh jadi Allah melihat kamu menyukai pujian, maka Allah memberikan pujian itu untukmu sebagai satu-satunya balasan atas ibadah tersebut. Seperti seorang ayah yang menggembirakan anaknya dengan gelang dan kalung tiruan”.

Untuk menghindari sifat ini, kita wajib mengetahui tanda-tandanya. Pastikan tanda-tanda tersebut tidak terdapat dalam diri kita. Ali bin Abi Talib pernah berkata; Tanda riyak tiga perkara :

1. Malas beramal jika sendirian
2. Rajin beramal dalam ramai
3. Menamabh amalan jika di puji dan menguranginya jika di cela

Tanda pertama dan kedua sangat jelas. Orang yang memiliki sifat riyak bermotivasi untuk beramal hanya apabila ramai orang yang melihatnya. Namun apabila jika  tidak ada orang  yang melihatnya, dia akan malas melakukan amalan tersebut. Adapun tanda ketiga tersebut oleh Saiyidina Ali, ia sangat halus dan jarang disadari yakni, barang siapa yang tidak suka pujian , maka ia tidak takut celaan. 

Barang siapa yang bebas daripada sifat riyak, dia akan terus istiqamah beramal walaupun semua makhuk mencela dan mempermalukannya. Celaan tidak menghentikan amalannya sebagaimana pujian tidak mengerakkanya untuk beramal. Para ulama:"Tidak ada yang mampu menanggung celaan makhluk selain orang yang tidak mengharapkan penghormatan daripada mereka."

PAMER PERBUATAN BAIK (Riyak) KARENA ORANG LAIN

Riyak dengan amalan sendiri memang sangat buruk. Namun jauh lebih buruk daripada itu, orang yang riyak dengan amalan orang lain. Berkata al-Fudhail bin 'Iyad : Orang terdahulu riyak dengan amalannya, namun manusia hari ini riyak dengan apa yang tidak pernah mereka lakukan."Orang seperti ini bayak kita temui dalam masyarakat kita kini, apalagi menjelang pemilu/kampanye legislatif,  Pilbub, Pilgub dan bahkan anda bisa lihat sekarang ini apalagi menjelang Pilpres  2014. Dan tahukah anda ciiri-cirinya orang  yang riyak karena perbuatan/amalan baik orang lain antara lain :
  1. Suka menyebut kebesaran nenek moyangnya
  2. Membangga-banggakan keturunannya atau orang yang hebat dalam keluarganya padahal ia sendiri tidak memiliki kehebatan tersebut
  3. Dia ingin orang lain menghormatinya atas perkara yang tidak dimilikinya

Imam al-Sha'rani berkata : "Hendaklah orang yang memuji bapak, kakek, buyutnyanya selalu memeriksa hati. Sering kali pujian itu hanya perwujudan hawa nafsu belaka."Orang seperti ini hakikatnya sedang mempermalukan dirinya sendiri. meskipun banyak orang yang memujinya, dia hanya memuji karana menginginkan sesuatu di balik itu istilahnya ada pamrih atau dia punya niat terselubung yang kurang baik. Apabila dia tidak mendapat sesuatu yang dia sangat inginkan itu, pujian tersebut akan segera berubah menjadi celaan, hinaan dan mengkambinghitamkan orang lain Naudzu billahi min dzalik.

Imam al-Syafi'i RA berkata : " Barang siapa yang memujimu karana sesuatu yang tidak engkau miliki, suatu hari nanti dia juga akan mencelamu karana sesuatu yang engkau tidak miliki."

HAMBA YANG DICINTAI ALLAH

Ibn Majah dan al-Hakim meriwayatkan daripada Aslam : "Pada suatu hari, Umar bin al-Khattab melihat Mu'az bin Jabal sedang menangis di sisi kubur Nabi Muhammad saw , lalu beliau bertanya : "Apa yang menyebabkanmu menangis? "Mu'az menjawab : "Aku teringat sesuatu yang aku dengar daripada penghuni kubur ini, aku mendengar Rasulullah saw bersabda (yang bermaksud): "Sesungguhnya sedikit riyak ialah syirik. Siapa saja yang memusuhi wali Allah, maka dia telah menyatakan perang kepada-Nya. Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hamba yang berbakti, bertakwa dan tersembunyi. Jika mereka hadir ,tidak ada yang mengenalinya. Hati mereka ialah lentera-lentera petunjuk. "Kekasih Allah tidak menyukai kemasyhuran. Mereka selalu kawatir andai amal ibadahnya ditolak, meskipun telah melakukannya dengan sempurna. Kesibukannya dengan Allah tidak meninggalkan suatu bekas baginya untuk mendengar pujian atau celaan orang lain .


Berkata Syeikh Abdul Qadir Dastuti : "Seorang hamba tidak patut berbangga dengan ilmu , harta dan jabatan yang dimilikinya sebelum ia selamat melintasi jembatan sirat. Apa gunanya pujian jika ia tetap terjatuh ke dalam neraka pada hari kiamat nanti? "Semoga Allah memberikan keikhlasan dalam hati-hati kita ini, mengampuni dosa-dosa kita dan menerima amal ibadah kita Amieen...3x Ya Allah rabbal ‘alamien.

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
TOP