Loading...
13 June 2014

Kau Yang Telah Menutup Rapat Bibirku

Pernyataan Cinta
Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata
Kusimpan kasih-Mu dalam dada
Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu
Segera saja bagai duri bakarlah aku
Meskipun aku diam tenang bagai ikan
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup rapat bibirku
Tariklah misaiku ke dekat-Mu
Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu
Bagai unta memahah biak makanannya
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata
Aku bagai benih di bawah tanah
Aku menanti tanda musim semi.

(By Jalalludien Rumi)
-------------------------------------------------------------------------
Rasa riangku, rinduku, lindunganku
Teman, penolong dan tujuanku
Kaulah karibku, dan rindu padaMu
Meneguhkan daku
Apa bukan padaMu aku ini merindu
O, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia Kau berikan
Telah banyak..
Namun tak ku butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
CintaMu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir di mata kalbuku yang dahaga
Adapun di sisiMu aku telah tiada
Kau bikin dada kerontang ini meluas hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika aku telah memenuhiMu
O, rindu hatiku, aku pun bahagia

(By Rabiah Al-Adawiyah)
 ----------------------------------------------------------------------------

Engkau, cintaku!
Aku mendengarkan panggilanmu dari balik lautan
dan merasakan sayap-sayapmu menyekaku.
Aku terbangun dan meninggalkan kamarku
serta pergi ke padang-padang
Kakiku dan kurungan jubahku basah oleh embun malam,
aku berdiri di bawah pohon badam yang berbunga
dan mendengarkan panggilan jiwamu, cintaku.
Cinta adalah karunia Tuhan
 kepada jiwa-jiwa yang peka dan agung
Haruskah kita campakkan kekayaan ini
dan kita biarkan babi-babi itu
 memporak-porandakan dan menginjak-injaknya.
Dunia begitu penuh keajaiban dan keindahan
Lalu mengapa kita hidup dalam terowongan sempit
yang digali oleh pendeta itu untuk kita
Hidup penuh dengan kebahagiaan dan kebebasan
mengapa kita tetap membiarkan belenggu di pundak
dan kita patahkan rantai yang menjerat kaki kita
lalu berjalan bebas menuju kedamaian
Keabadian tak menyimpan apa-apa kecuali Cinta,
karena cinta adalah keabadian itu sendiri
Terpujilah cinta yang mampu mengisi kesepian manusia
Cinta di antara roh seperti anggur dalam piala kristal
muncul menjadi air tetapi kebenaran adalah kehidupan.

(By Kahlil Gibran)

------------------------------------------------------------------

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
TOP