Loading...
10 April 2014

Amal Perbutan Yang Menyelamatkan Dari Azab Kubur dan Siksa Neraka


Hadist yang membicarakan tentang penyelamatan dari siksa kubur yaitu Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Madini serta diterangkan sekali illatnya di dalam kitab At-Targhib wat-Tarhib serta dijadikannya sebagai keterangan yang lengkap.

Diriwayatkan daripada Al-Faraj bin Fudhalah, katanya telah berbicara kepadaku Hilal Abu Jabalah, daripada Said bin Al-Musaiyib, daripada Abdul Rahman bin Samurah, katanya : Telah datang Rasulullah saw kepada kita, sedang kita berada di Shuffah dekat dengan kota Madinah, lalu berbicara kepada kita, katanya :

1. Sesungguhnya aku telah bermimpi kemarin malam, Aku telah melihat seorang dari umatku telah didatangi oleh malakul-maut untuk mengambil nyawanya, maka menjelmalah ketaatannya kepada kedua ibu bapaknya, lalu menghalangi Malaikat maut itu daripadanya.


2. Aku melihat juga seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh setan-setan, maka menjelmalah zikrullah, lalu mengusirnya setan-setan itu daripadanya.

3. Aku melihat seorang dari umatku telah diseret oleh Malaikat-azab, maka segera datang shalatnya serta melepaskannya dari tangan mereka.

4. Aku melihat juga seorang dari umatku sedang ditimpa dahaga yang berat, setiap ia mendatangi suatu cangkir (gelas), terhalang untuk meminumnya, maka segera datang puasanya serta memberinya minum hingga ia merasa puas.

5. Aku melihat juga seorang dari umatku yang mengunjungi kumpulan para Nabi, yang ketika itu sedang duduk berkumpul-kumpul, setiap ia mendekati mereka, ia diusir dari situ, maka menjelmalah mandi  junubnya sambil memimpinnya ke kumpulanku seraya menunjuknya supaya duduk di sisiku.

6. Aku melihat juga seorang dari umatku di liputi oleh suasana gelap-gulita, di hadapannya gelap, di kanannya gelap, di kirinya gelap, di atas kepalanya gelap, di bawahnya juga gelap, sedang ia dalam keadaan bingung, maka menjelmalah haji dan umrahnya,lalu mengeluarkannya dari suasana gelap-gulita itu dan memasukkannya ke dalam suasana terang-benderang.

7. Aku melihat juga seorang dari umatku berbicara kepada kaum Mu'minin, akan tetapi tidak seorang pun dari mereka yang mahu membalas bicaranya, maka menjelmalah silaturrahimnya seraya menyeru orang-orang itu, katanya: Wahai kaum Mu'minin, sesungguhnya orang ini sangat suka membantu kaum kerabatnya, maka sambutlah bicaranya, lalu mereka pun berbicara dengannya, mereka lalu bersalaman dengannya.

8. Aku melihat juga seorang dari umatku sedang terkena api mukanya, maka segera menjelmalah sedekahnya lalu melindungi muka dan kepalanya dari bahaya api itu.

9. Aku melihat juga seorang dari umatku sedang diseret oleh Malaikat Zabaniah ke sana kemari, maka menjelmalah Amar Ma'ruf dan Nahi Munkarnya seraya menyelamatkannya dari cengkraman mereka serta menyerahkannya pula kepada Malaikat rahmat.

10. Aku melihat juga seorang dari umatku sedang merangkak-rangkak, antaranya dengan Tuhan dipasang hijab (tabir), maka menjelmalah budi pekertinya seraya memimpinnya sehingga dibuka hijab tadi dan masuklah ia ke hadhrat Allah Ta'ala.

11. Aku melihat juga seorang dari umatku di lempar ke sebelah kiri oleh buku catatannya, maka menjelmalah perasaan takutnya kepada Allah lalu menukarkan tujuan buku catatan itu ke arah kanan.

12. Aku melihat juga seorang dari umatku terangkat timbangannya, maka menjelmalah anak-anaknya yang mati kecil, lalu menekan timbangan itu sehingga menjadi berat pula.

13. Aku melihat juga seorang dari umatku sedang berdiri di pinggir Jahanam, maka menjelmalah perasaan ngerinya terhadap siksa Allah Ta'ala, lalu membawanya jauh dari tempat itu.

14. Aku melihat juga seorang dari umatku terjerumus ke dalam api neraka, maka menjelamalah airmatanya yang mengalir karana takut kepada Allah Ta'ala, lalu menyelamatkannya dari api neraka itu.

15. Aku melihat juga seorang dari umatku sedang berjalan di Shirat (jembatan) manakala seluruh tubuhnya bergoncang, seperti bergoncangnya dedaunan yang ditiup angin, maka menjelmalah baik sangkanya terhadap Allah Ta'ala, lalu menentramkan kegoncangannya itu dan mudahlah ia berjalan hingga ke hujung jembatan itu.

16. Aku melihat juga seorang dari umatku sedang berjalan di atas Shirat (jembatan), kadangkala ia merangkak dan kadangkala ia bergelantungan, maka menjelmalah shalawatnya ke atas diriku, lalu ia pun memimpin tangannya dan mengajaknya berdiri dan berjalan hingga ke penghujung jembatan itu.
17. Aku melihat seorang dari umatku sudah hampir tiba di pintu surga, dan dengan tiba-tiba pintu-pintu ditutup, maka menjelmalah penyaksiannya bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, lalu membukakan pintu-pintu surga itu untuknya, sehingga ia boleh memasukinya.


Berkata Al-Hafizh Abu Musa: Ini adalah Hadis Hasan (Bagus) diriwayatkan daripada Said bin Al-Musaiyib, Umar bin Zar dan Ali bin Zain bin Jad'aan.

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
TOP