Loading...
10 April 2014

TAHLIL KHUSUS


لاَاِلَهَ اِلاّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَمَا وَسِعَهُ عِلْمُ اللهِ                  

"Tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan  Allah, pada setiap pandangan dan nafas, sebanyak bilangan apa yang diliputi oleh ilmu Allah." 


Sebenarnya berdikir dengan kalimat “La ilaha illallahu muhammadur rasulullahi Sallallahu alaihi wa sallam” sudah diamalkan sebelum zaman Syaikh Ahmad ibn Idris. 

Telah di tulis oleh Syaikh Ahmad ibn Idris di dalam sepucuk surat beliau: "Sesungguhnya, kami telah mengambil tarekat ini daripada guru kami Abdul Wahhab yang tersebut, dan dia telah mengambil dari Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wa sallam.Dan aku pernah mendengar dia berkata", “Aku telah mendengar Rasulullah Sallalaahu alaihi wa sallam berkata, “Tiada aku melihat yang lebih bermanfaat daripada La ilaha illallahu muhammadur rasulullahi Sallallahu ‘alaihi wa sallam.” 

Tetapi Syaikh Ahmad ibn Idris telah mendapat keistimewaan seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam agar menambahkannya dengan kata-kata “fi kulli lamhatin wa nafasin ‘adada ma wasi‘ahu ‘ilmullah.” Ini menyebabkan dzikir itu bertambah berganda nilainya. 

Telah bercerita Syaikh Ahmad ibn Idris: Pada suatu ketika, telah berkata Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam, “La ilaha illallahu muhammadur rasulullahi fi kulli lamhatin wa nafasin ‘adada ma wasi‘ahu ‘ilmullah”. Telah aku simpan (yakni at-Tahlil al-Makhsus yang dikenal juga sebagai adh-Dhikr al-Makhsus) untukmu wahai Ahmad. Engkau tiada didahului oleh sesiapa pun kepadanya. Maka ajarkanlah ia kepada para sahabatmu supaya dapat mereka berlomba-lomba dengan orang-orang yang terdahulu (al-awa’il).” 

Syaikh Ahmad ibn Idris mengenai kelebihan at-Tahlil al-Makhsus : Andai kata ada seorang individu mengucapkan “La ilaha illallah muhammadur rasulullah” dari masa Saiyidina Àdam ‘alaihissalam hingga ke masa ditiupkan Sangka Kala, tapi ada seseorang  yang membaca at-Tahlil al-Makhsus satu kali saja, niscaya pahalanya melebihi pembacaan yang satunya lagi itu. Wallahu alam bishawab

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
TOP