Loading...
11 August 2014

Pemimpin ISIS berdarah Yahudi dan agen Mossad Israel

Merdeka.com - Bocoran dokumen rahasia Badan Keamanan Nasional Amerika serikat (NSA) ini tentu sungguh mengejutkan. Menurut Edward Snowden, mantan pegawai NSA baru saja mendapat perpanjangan tinggal di Rusia untuk tiga tahun, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) adalah bentukan dari dinas intelijen Amerika bersama Inggris, dan Israel.  

Snowden bilang pihak intelijen dari ketiga negara itu menciptakan sebuah organisasi teroris untuk menarik perhatian kaum ekstremis dari seantero dunia ke satu tempat. Strategi ini disebut sarang langau. 

pembentukan ISIS ini merupakan siasat untuk melindungi rezim Zionis dengan menciptakan slogan-slogan agama dan islami. "Satu-satunya solusi untuk melindungi negara Yahudi adalah menciptakan satu musuh bersama di sekitar Israel," tulis dokumen rahasia NSA, seperti dilansir situs Global Research pertengahan bulan lalu. 

Bocoran dokumen NSA mengungkapkan pula pemimpin ISIS sejak Ramadan lalu mengangkat dirinya sebagai khalifah (pemimpin kaum muslim sejagat) Abu Bakar al-Baghdadi menjalani pelatihan militer selama setahun digelar Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel). Dia diajarkan pula soal teologi Islam dan kemampuan berpidato. 

Veterans Today melansir laporan lebih rinci lagi Senin pekan lalu. Jurnal bidang militer dan luar negeri ini menulis sebenarnya adalah orang Yahudi dan merupakan agen Mossad.

Nama aslinya adalah Emir Daash alias
Simon Elliot alias Elliot Shimon. Dia lahir dari orang tua Yahudi. Elliot direkrut dan dilatih oleh Mossad buat memata-matai dan melancarkan perang urat syaraf terhadap masyarakat Arab dan muslim.
Informasi sejatinya dari Edward Snowden itu mengungkapkan Elliot alias al-Baghdadi bekerja sama dengan pihak intelijen Amerika Serikat, Inggris, dan Israel. Mereka menciptakan sebuah organisasi disebut ISIS - kini mengklaim sebagai kekhalifahan Islam dengan Al-baghdadi sebagai khalifah - untuk menarik para teroris dari seluruh dunia.

ISIS kini telah menguasai sebagian wilayah Suriah dan Irak. Di Suriah mereka mendirikan pusat pemerintahan di Raqqa serta Mosul di Irak. Pengaruh mereka telah meluas hingga Indonesia.

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
TOP