Loading...
28 March 2014

Mengenal Tatacara Dzikir Tarekat Syadziliyah

"Siapa yang kenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya" Seorang yang ingin memasuki atau mengambil dzikir dari thariqah Syadzaliyah, persyaratan umumnya adalah Islam, berakal,dewasa (umur 18 tahun keatas) dan sudah paham ilmu syari’at minimal  tentang amaliyah sehari-hari, khususnya shalat. Jika dia seorang wanita yang sudah bersuami, maka harus mendapatkan izin dari suaminya.
Sedang persyaratan khususnya dan tata caranya adalah sebagai berikut :

1. Datang kepada guru Mursyid  untuk memohon izin memasuki thariqahnya dan menjadi muridnya.Hal ini dilakukan sampai memperoleh izinnya dan perkenannya.

2. Puasa tiga hari (biasanya hari selasa, rabu, dan kamis). Setelah selesai berpuasa, datang lagi pada guru mursyid dalam keadaan suci yang sempurna untuk menerima talqin dzikir atau bai’at.

Setelah memperoleh talqin dzikir atau bai’at dari guru musyid tersebut, yang berarti telah  tercatat sebagai anggota thariqah syadzaliyyah, maka dia berkewajiban  untuk melaksanakan aurad (wirid-wirid) sebagai berikut;

a. Rabithah kepada guru mursyid.
b. Hadlrah Al-Fatihah untuk;

1.  Memohon ridlo Allah Swt.
2.  An-Nabiyyil Musthofa Muhammad Saw
3.  Hadlaratusy-Syaikh Abul Hasan Ali Asy_Syadziliy dan ahli silsilahnya.
4.  Guru mursyidnya dan ahli silsilahnya.

c. Membaca istighfar 100 x.

d. Membaca shalawat Nabi 100 x sebagai berikut;
Dalam kondisi normal/biasa:
اللهم صل على سيدنا محمد عبدك ونبيك ورسولك النبي الامي وعلى اله وصحبه وبارك وسلم تسليما بقدر عظمة ذاتك فى كل وقت وحين
Dalam kondisi mendesak atau musafir     صل على سيدنا محمد

e. Membaca Tahlil /hailalah 100 x ,yang ditutup dengan tiga kali membaca:
لا اله الا الله سيدنا محمد رسول الله عليه وسلام الله عليه وسلم

f.Kemudian dilanjutkan 3 x membaca:
الهى انت مقصودى ورضاك مطلوبى
g. Membaca Al-Fatihah   3 kali.

h. Membaca  ayat kursi sekali.

i.  Membaca Al-Ikhlas 3 kali.

j.  Membaca Al-Falaq 3 kali.

k. Membaca  An-Nas 3 kali.

l. Membaca  do’a.

KETERANGAN :

-Untuk pelaksanaan puasa tiga hari, tergantung pada petunjuk guru mursyidnya.Misalnya pada saat pertama datang dan langsung mendapat izin serta perkenan dari guru mursyid untuk bai’at, maka puasa bisa  dilaksanakan setelah bai’at atau di qodlo’.

-Pembacaan aurad tersebut di atas  dilakukan setiap hari 2 kali, yaitu setiap pagi (ba’da shalat shubuh) dan sore (ba’da shalat maghrib).

-Untuk bacaan aurad, kemungkinan ada perbedaan antara guru mursyid yang satu dengan yang lainnya,tetapi yang ini adalah sama, yaitu; istighfar 100 kali, shalawat Nabiy ala syadziliyah 100 kali dan tahlil 100 kali.

-Sikap duduk pada saat melaksanakan aurad tersebut bisa dengan tawarruk shalat atau murabba’ (bersila) atau menurut guru mursyidnya.

-Aurad tersebut di atas adalah untuk para pemula, sedangkan bagi yang sudah meningkat pengajarannya maka sesuai dengan petunjuk dan arahan guru mursyidnya.

SULUK THARIQAH SYADZILIYYAH

Para murid thariqah Syadziliyah hendaknya mengisi hari-harinya dengan suluk-suluk sebagai berikut;
1. Membaca Alqur’an dengan melihat mushaf setiap hari walau hanya satu maqra’.
2. Melaksanakan shalat lima waktu dengan berjama’ah.
3. Mengajarkan ilmu atau mencari tambahan ilmu setiap hari.

CATATAN :
1. Keterangan mengenai kaifiyah atau tata cara pelaksanaan aurad Thariqah Syadziliyah ini diperoleh dari para murid Sayyidisy Syaikh Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, dan dinukil dari kitab Aurad Ath-Thariqah Asy-Syadzaliyah Al-‘Uluwiyah yang diterbitkan oleh kanzus shalawat Pekalongan Jawa Tengah.

2.  Untuk kegiatan irsyadat dan ta’limat yang dilakukan oleh Sayyidisy Syaikh Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya adalah sebagai berikut:

a.Setiap malam rabu jam 20.00 sampai jam 21.30 WIB, dengan materi fiqh dan tashawuf /kitab ihya ‘ulumudin.(untuk umum, khususnya para muridin thariqah).

b.Setiap rabu pagi jam 06.00 sampai jam 07.30 Wib, dengan materi fiqh dan kitab taqrib .(khusus para wanita).

c. Setiap jum’at kliwon jam 06.00sampai jam 08.00 Wib, dengan materi thariqah dan tashawuf/kitab jami’ul ushul fil ‘auliya’.(untuk umum khususnya para muridin thariqah)

3. Sedangkan untuk bai’at yang dilakukan  oleh beliau adalah; setiap jum’at kliwon ba’da pengajian, yang dilakukan  secara massal (banyak orang). Sedang untuk bai’at yang dilakukan secara perorangan atau jama’ah terbatas, tidak ada waktu khusus (tergantung situasi dan kondisi yang memungkinkan bagi masing-masing yang bersangkutan).

4.  Adapun silsilah kemursyidan Sayyidisy Syaikh Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya ini adalah sebagai berikut :

1. Al-Sayyid Al-Habib KH.  Muhammad Luthfiy bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan;
2. Al-Sayyid Al-Habib KH. Muhammad ‘Abdul Malik Bin Ilyas Bin Yahya Purwokerto;
3. Al-Sayyid Al-Habib Ahmad Nahrowiy Al-Makki;
4. Al-Sayyid Sholeh Al-Mufti Al-Hanafi;
5. Al-Sayyid Ali bin Thohir Al-Madaniy;
6. Al-Sayyid Ahmad Minatullah Al-Maliki Al-Azhariy;
7. Al-Sayyid Muhammad Al-Bahitiy;
8. Al-Sayyid Yusuf Adl-Dloririy;
9. Al-Sayyid Muhammad bin Al-Qasim As-Sakandariy;
10. Al-Sayyid Muhammad Az-Zurqoniy;
11. Al-Sayyid Ali Al-Ajhuriy;
12. Al-Sayyid Nur Al-Qorofiy;
13. Al-Sayyid Al-Hafidz Al-Qasqalaniy;
14. Al-Sayyid Taqiyudin Al-Wasithi;
15. Al-Sayyid Abil Fath Al-Maidumiy;
16. Al-Sayyid Abil ‘Abbas Al-Mursiy;
17. Sulthonul Auliya’ Abil Hasan ‘Ali Al-Syadzaliy Al-Hasany RA;
18. Al-Sayyid ‘Abdus Salam bin Masyis;
19. Al-Sayyid Abdurrahman Al-Madaniy Al-Maghribiy;
20. Al-Sayyid Taqiyudin Al-Faqir;
21. Al-Sayyid Fakhrudin;
22. Al-Sayyid Nuruddin Abil Hsan Ali;
23. Al-Sayyid  Tajudin;
24. Al-Sayyid Muhammad Syamsudin;
25. Al-Sayyid Zainuddin;
26. Al-Sayyid  Abu Ishaq Ibrahim Al-Bashriy;
27. Al-Sayyid Abul Qasim Ahmad Al-Marwaniy;
28. Al-Sayyid Sa’id;
29. Al-Sayyid Sa’ad;
30. Sayyid Abu Muhammad Fathus- Su’udi;
31. Al-Sayyid Abu Muhammad Sa'id Al-Ghozwaniy;
32. Al-Sayyid  Abu Muhammad Jabir;
33. Sayyidina  Hasan bin ‘Ali RA
34. Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib Karromallohu Wa Radliya ‘anhu
35. Sayyidil Anbiya’ Wal Mursalin Imamil Anbiya’ wal Atqiya’ Was Syuhada’ Wal Sholihin Wa Khoiri Kholqillah Ajma’in S`yidina Wa Maulana Wa Habibina Wa Syafi’ina Wa Qudwatina Wa Imamina Wa Nabiyyina Sayyidina Muhammad SAW  dari Sayyidina Malaikat Jibril AS  dari Ilahina Wa Robbina Pencipta alam semesta beserta semua isinya Alloh SWT.


0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
TOP